Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

“Hiks! Dasar Penipu! Mana yang katanya jengkol seenak wagyu A5. Aaaakk!! Nggak akan lagi aku percaya sama pereview bodong!” Pria yang tidak Adnan dan Cinta ketahui namanya, tertawa dengan begitu renyahnya. Ia mengusap air mata yang keluar dari salah satu sudut matanya. “Mbak kok polos banget sih.. itu kan kata-kata buat orang yang nggak mampu beli daging mahal, Mbak.”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

"Nak Davin?" Emang dasar kecoa buntung!!!
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

"Bersiaplah, mungkin kalian akan kembali bertengkar. Hanya karena wanita sialan itu!" "Ma," tegurnya. "Dia punya nama!" Sang Mama mengibaskan tangan, tanda tak peduli. "Siapapun itu namanya, yang jelas Mama nggak suka." "Terserah! Seberapa kerasnya Mama menolak, aku akan terus mengejar." Rei berlalu, dia pikir orangtuanya sudah bisa menerima. Nyatanya masih jauh dari harapan, mungkin Tuhan inginnya dia lebih berusaha lagi dan lagi.
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Srikandi Antara Dendam Dan Cinta

Srikandi Antara Dendam Dan Cinta

Pria itu bergerak mundur dengan tersenyum nyengir. "Oh, kalau itu. Kau saja." Mahesa kemudian berlalu, membuat Marta mendelik tak habis pikir. Putra mahkota macam apa itu? ***
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
MAHAR 500 PERAK

MAHAR 500 PERAK

“Mahar itu uang koin?! Lima ratus perak? Apa dia pikir ini candaan?!” Penghulu tampak canggung. Ia menoleh ke arah Wijaya, berharap sang ayah bisa menenangkan situasi. Tapi Wijaya hanya menghela napas panjang, menunduk, lalu berkata pelan. “Yang penting ijab kabul sah.” “Tapi, Mas—” protes Ratna lagi, namun sang paman menahan lengannya. “Sudah, Ratna. Ini bukan waktunya mempermalukan pengantin.”
587 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

Menyakitkan sekali perkataan Mama. "Semua ini takdir dari yang Maha Kuasa, Ma. Jodoh Hanna itu bukan kuasa kita, tapi kuasa Allah. Jika dia belum menikah sampai sekarang, berarti Allah memang belum menakdirkan Hanna bertemu jodohnya. sudahlah, Ma, yang menjadi wali nikah itu Papa. Jadi keputusan ini ada ditangan Hanna dan Papa." Papa beranjak dari duduknya, sedangkan Mama menatap tak suka padaku lantas beranjak pergi dengan menghentakkan kakinya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Bahkan mahar itu terlalu besar untuknya itu yang di katakan Dimas. Jika mahar sepuluh ribu saja besar, lalu berapa mahar yang pantas untuknya?
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

batin Rendi lagi. [][][][]
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Mbaaak!" #jangan lupa like dan komen
17.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Maha Dimensi

Maha Dimensi

Dia langsung menatap Dewingga dan Sarjan. “Kalian tahu ojol?” tanya Maha melalui pikiran. “Òjol singkatan dari ojek online, Maha,” jawab Sarjan yang memang lebih tahu banyak tentang perkembangan dunia manusia. “Aku tahu,” jawab Maha begitu mendapat jawaban. “Buat apa ojek online? Buang-buang waktu dan bahaya, ikut aku sekarang.” “Hah? Apa?” Deolinda terperangah. “Tidak usah, Pak. Saya tidak mau ada gosip.” Sebisa mungkin dia mencegah interaksi antara mereka.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai itu mah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status