Ada momen di mana aku masih sibuk menumpuk kartu lama sambil muter-muter album foto — itulah yang bikin aku terus mikir soal Kazuki Takahashi dan warisannya.
Aku kenal dia terutama sebagai kreator 'Yu-Gi-Oh!', seri manga yang awalnya punya nuansa gelap dan misterius sebelum berubah jadi fenomena duel kartu yang kita kenal. Manga itu mulai di majalah mingguan, dan dari situ lahir anime, mainan, kartu koleksi yang bikin jutaan pemain di seluruh dunia ketagihan. Gaya bercerita Takahashi suka campur elemen mitologi Mesir, teka-teki, dan konflik moral; karakter-karakternya sering punya latar belakang yang bikin kita peduli.
Selain itu, aku suka bagaimana karyanya nggak cuma hiburan — dia berhasil merintis ekosistem: manga -> anime -> TCG -> kompetisi. Kehadirannya berpengaruh besar buat generasi yang tumbuh main kartu hingga ikut turnamen besar. Berita tentang kepergiannya pada 2022 masih bikin aku sedih setiap kali membuka binder lama. Karyanya tetap hidup lewat tumpukan kartu dan memori yang tak lekang waktu, dan aku sering merasa bersyukur pernah jadi bagian kecil dari kegilaan itu.