GAIRAH MASA LAJANG
tanya Dola yang saat itu mereka duduk di ruang tengah, di sana telah tersedia 2 gelas jus mangga yang baru dibuat oleh Bi Lastri.
“Lumayan Tante,” jawab ku diiringi senyum.
“Sini aku pijitin!” Dola langsung meraih pundak ku agar memunggunginya, hingga Guru cantik itu dapat memijit-mijit bagian belakang tubuh ku, awalnya aku ingin menolak namun keburu Dola telah melakukan pijitan, akhirnya aku diam saja merasakan lembutnya jemari-jemari lentik Dola memijit-mijit di bagian punggung ku.