Kita yang Terluka
Salah satu wali murid menyapa Zahra, dia menunjuk antrian di meja prasmanan yang terletak di kiri dan kanan panggung pertunjukan.
“Iya, Mbak, ini Rika minta makan sushi.” Zahra tertawa saat melihat Rika tos dengan temannya. Mereka satu kelompok saat tampil menari tadi dan mendapat juara satu sebagai penampil terbaik.
“Mbak Zahra hebat banget, loh, bisa memendam semua sendirian bahkan sekarang sudah akur dengan mantan.” Wanita yang mengenakan tunik sage itu berbisik pada Zahra sambil melirik ke arah Ammar yang sedang memeriksa ponselnya. “Kalau wanita lain, mesti sudah drama berjilid-jilid banjir air mata. Mbak Zahra malah menyimpan rapat semua. Tiba-tiba ketuk palu. Tiba–tiba undangan pernik
Hot Chapters