Kesayangan Janda Dan Gadis Desa
Janda angkuh itu hanya mengenakan daster tipis yang melekat ketat akibat keringat dingin, mengekspos lekuk tubuh matangnya yang sintal, padat, dan menonjol di beberapa bagian.
Kedua tangan Widya mencengkeram sisi kepalanya.
Wajah cantiknya pias, matanya merah berair menahan siksaan luar biasa seolah ada ribuan jarum yang menusuk otaknya secara bersamaan.
Gengsi dan kesombongan yang tadi siang dia pamerkan di depannya telah luruh total, dibuang jauh-jauh ke dalam got desa.
"Sena... to-tolong aku..." rintih Widya dengan suara parau, bibirnya bergetar menahan tangis. "Kepalaku rasanya mau pecah... tolong..."