Hati Yang Terpilih
sanggah Rafi.
“Begitukah? Lalu siapa yang dulu … ah, bahkan sampai sekarang mengatakan, kalau cinta tidak pernah bisa dipaksakan,” sindir Renata.
Kening Rafi mengernyit.
“Mungkin kamu lupa pernah mengatakan itu padaku, Raf. Tapi, tidak dengan ingatanku. Kata-kata itu melekat erat di kepalaku, walau aku terus saja berbuat bodoh, mengabaikannya,” hela Renata sambil tersenyum. Miris.