Ah, Jangan Kakak Ipar
Tuut… tuut… Tak ada jawaban.
Damar menggertakkan giginya. “Jawab, Bar … jawab,” desisnya.
Begitu tersambung, Damar tidak memberi kesempatan Bara untuk memulai pembicaraan.
“BARA!” panggil Damar, suaranya rendah, seakan menyimpan banyak ancaman di dalamnya. “Kamu kenapa bisa setega itu?”
Bara sempat terkejut di seberag sana, ia menjauhkan ponselnya, membaca ulang nama yang tertera di layar. “Mas? Maksud Mas apa—”
Bab Populer