Dokter, Sentuh Aku Lagi
Jas putihnya sedikit terbuka memperlihatkan kemeja biru gelap yang terlipat rapi.
Elvareno mengangkat pandangan, matanya teduh. “Kandungannya masih aman, Av. Denyut jantung janin stabil, posisinya juga normal. Hanya dinding rahimnya agak menipis di bagian bawah, makanya sempat keluar darah banyak.”
Avrisha menelan ludah. “Jadi, nggak ada ancaman langsung?”
Elvareno menggeleng pelan. “Belum. Tapi kalau sampai stres, atau terlalu banyak aktivitas, bisa bahaya. Janin itu bertahan, tapi ibunya rapuh. Bed rest total. Minimal tiga minggu.”