MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Jemyadamlirik suami yang kejamluka di hatiluka di hati istrikulirik semakin sayang semakin kejam
Suara mesin pemotong, palu, dan percakapan pekerja bercampur menjadi satu harmoni yang hidup.
Liam berjalan di antara para pekerja, mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku dan celana jeans pudar. Tangannya berdebu kayu, tapi wajahnya tenang, matanya fokus pada setiap detail, mulai dari potongan kayu yang baru datang hingga hasil akhir furnitur yang akan dikirim ke cabang butik galeri di pusat kota London.
“Pastikan sudutnya halus, tidak ada serat yang kasar,” katanya pada seorang pengrajin muda yang sedang mengamplas. “Kita tidak menjual kayu dan lemari, kita menjual rasa dan seni.”