Sang Menantu Perkasa
"Arjuna, bagaimana kamu membuatnya menjadi seenak ini?"
Arjuna menjawab dengan senyum tipis. "Bagus kalau kalian menyukainya. Kita bisa menjual camilan ikan ini ke Kota Perai. Kak Tamael dan aku sudah mendirikan pabrik pengolahan ikan di Kabupaten Damai, sedangkan membuat ikan ini adalah pekerjaan keahlian anak gadis. Seperti yang kalian dengar tadi, Kak Tamael menerima pesanan besar sebanyak tiga puluh ribu bungkus yang harus dikirim dalam waktu lima belas hari. Karena buru-buru mengejar pesanan, upah yang kami berikan juga tinggi."
"Selain itu, setelah pesanan ini dikirim, kita akan terus memproduksi. Kita tidak akan berhenti bekerja, upah juga tidak akan diturunkan."
Hot Chapters