Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat
“Kok anak-anak manggil kamu ‘Kak Can’?” tanya Ben, memandangi wajah memikat itu. “Memang nama kamu siapa, sih?”
“Modus!”
“Oke, kalau gitu biar aku tebak. Candra, Canda, Candi, Can ... tik?”
Dari responsnya yang sempat membeku, Ben kembali berceletuk. “Wow, bener ya, kamu Cantik?”
Bola mata gadis itu bergulir, melirik galak pada Ben. “Bukan!”
Pertemuan pertama mereka yang absurd membuat keduanya terus menerus dipertemukan tanpa sengaja. Cantika adalah tetangga yang tinggal beberapa blok dari rumah Ben. Menurut Ben, semua yang ada di tubuh gadis itu tampak memesona. Tatapan matanya, bibirnya, bentuk tubuhnya, gerak-geriknya, suaranya, bahkan semuanya, terlalu seksi untuk diabaikan. Ditamb
Chapitres populaires