Bilur Bulir Bertaut
Ia memutar knop radio, membiarkan alunan jazz mengalir, saxophone yang malas, piano yang hangat, ritme yang pelan dan akrab.
Mereka duduk berdampingan, jarak yang aman namun terasa dekat. Naomi menyandarkan kepala ke sandaran kursi, memejamkan mata sesaat. “Musiknya cocok,” katanya ringan.
“Jazz selalu tahu caranya membuat malam jadi lebih sabar,” jawab Mareeq, senyum kecil terselip di bibirnya.
Hot Chapters