Kakak Ipar Rasa Pacar
"Sesuatu yang sudah dihancurkan, mungkin masih bisa dirangkai lagi. Tapi hasilnya tidak akan sama seperti semula. Sama dengan perasaanku, hatiku sudah hancur saat melihatmu mengkhianatiku. Aku ... a-aku hancur sendirian, Raka. Aku pergi membawa hatiku yang sudah tidak utuh lagi. Dan saat aku sudah bisa merangkainya, meskipun tidak bisa utuh seperti semula, kamu datang lagi dan memporak-porandakan semuanya. Huh ... sebenarnya aku salah apa sampai kamu setega ini?"
Raka bertambah kalut saat melihat air mata Nadia jatuh ke pipi. Ia ingin menghapusnya, tetapi teringat ucapan papanya yang tidak memperbolehkan menyentuh Nadia.
"Andai kamu tahu betapa susahnya aku selama beberapa bulan ini, kamu pa
Chapitres populaires