Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

pohon tertinggi di hutan menangkap angin paling kencang. Semua orang akan bertujuan untuk menyerang musuh potensial terkuat! Sekalipun kau sangat kuat, tanpa kemampuan untuk menyembunyikan kemampuanmu dan memanipulasi hati, kau pasti akan menjadi target dan dieliminasi, menghilang dalam ketidakjelasan! "Hmph, pada akhirnya kau hanya seorang pemula. Apa gunanya kekuatan?
2.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Karin terkejut, dan menatap datar ke arah Bu Atun, yang tiba-tiba bertanya seperti itu. Cobaan apalagi ini? Ya Allah, lirihnya dalam hati. Di saat ekonomi mereka melejit naik, cobaan itu pun nyaris sama. Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin menerpanya. Mungkin kata-kata itu, patut dia pahami kini dalam kehidupannya.
10100.1K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

“Aku pasti berdiri di sampingmu sebagai pohon.” “Akar kita, memegang erat bumi; daun kita saling bersentuhan di awan. Dengan setiap embusan angin, kita saling mengirimkan salam, tetapi tidak ada yang bisa memahami bahasa kita. Kau memiliki cabang yang kuat yang terbuat dari tembaga dan besi, seperti elang, seperti pedang, dan juga seperti tombak.” “Aku punya bunga merah yang mekar, seperti desahan lembut, tapi bisa juga seperti api yang membara.’
9.43.0M viewsCompletedAdded to Library 93.0K Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Show Reviews (884)
Read
+Library
Syadia Lydia Kurui
Ada kalahnya cerita ini mendatar..tapi Ada kalaNya sangat membuat pembaca berimosi..mengikut rentak cerita.. saya suka membacanya..walaupun cerita terkadang rumit untuk saya fahami bahasanya.. cerita Yang sangat panjang..tapi best......️...️...️ apakah cerita ini Akan Di nasihatkan?
Lia Wu
pengen baca tapi bab nya buanyak banget, udah mager duluan takut muter muter banyak drama,,, tang udah baca spill donk, didalamnya ada 2 cerita atau cuma 1, biasanya kan nyambung sama kisah percintaan anaknya
Read All Reviews
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

"Pria-pria durjana? Siapa? Bolehkah aku tau?" Gerakan Surti semakin cepat, ke kanan ke kiri sehingga membuat pohon tempatnya hinggap menjadi bergerak-gerak. Namun di mata orang biasa, pohon itu bergerak karena disebabkan oleh angin kencang.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Pendekar Sejak Dalam Kandungan

Pendekar Sejak Dalam Kandungan

"Biar kakek yang panjat pohon ini nak... Kakek sudah biasa memanjat pohon di hutan. Kamu perhatikan saja saat kakek memanjat pohon yang tinggi biar nanti kamu bisa memanjatnya sendiri." "Ohh iya kek... Kakek hati hati ya jangan sampai jatuh." "Tenang saja nak... Kakek sudah biasa memanjat pohon yang tinggi tinggi di dalam hutan." Kakek Byakta mulai mengambil ancang ancang untuk memanjat pohon besar itu. Satu demi satu langkah naik keatas pohon dengan sangat cepat, hal itu membuat Abisatya semakin takjub dengan kakek Byakta.
9.456.8K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

sapa Cak Kom keras sekali. “Pripun Cak?” aku merespon sopan. “Pada waktu apa, terjadi angin kencang, air mengalir dan ular naga gentayangan?” Cak Kom mulai bermain kuis. “Gak tahu. Jebakan ini,” aku menghindar. “Katok wes katok.” (Menyerah) “Koen ngeseng,” sebut Cak Kom. (Kamu BAB) Fak! Para sesepuh pun pecah tawanya.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Belum sempat dia melangkah untuk mencengkram Tania. "Wusss...!" Angin kencang tiba-tiba datang. Pohon-pohon yang berada di sisi kanan dan kiri mereka berdiri, terguncang dengan kencang oleh angin itu. "Rajo Gadang Alam! Dia lagi rupanya. Berhentilah untuk mencampuri urusanku. Kau akan melihat, satu persatu keturunan mu dari bangsa manusia akan musnah. Hahahaha...!"
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

jawab Esta tegas. "Kakak mau apa? jangan melakukan hal yang fatal ya kak. Kasihan Ayah dan Ibu." Sahut Embun. Esta tak menjawab tetapi semakin mempercepat langkah kakinya, hingga membuat Embun tertarik. "Agak cepat, biar kita bisa cepat juga siap-siap. Kan kamu harus di make up juga." Ucap Esta dengan suara naik turun karena melajukan langkah kakinya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

kata ibu yang ucapannya sangat teduh sekali. Tapi memang benar kan? Mempunyai anak itu seperti diberi bibit pohon. Pohon akan tumbuh baik jika di urus dan diberi pupuk secara baik dan benar. Kita gak akan tau pohon apa yang diberikan ke kita sampai bunga atau buahnya terlihat. Ketika pohonnya sudah berbuah, buah yang dihasilkan itu pun belum tentu manis dan enak.
10129.3K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
Cinta Antara Dua Dunia

Cinta Antara Dua Dunia

“Cukup.” Angin berembus kencang. Begitu kencang hingga dedaunan bambu bergetar keras, seperti badai kecil yang hanya berpusat di sekitar Amara. Aroma gaharu hangat menyeruak di udara, menusuk tajam di antara bau busuk makhluk-makhluk itu. Suaranya dalam, berat, dan berwibawa. Suara yang membuat tanah bergetar halus.
9.3947 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as kata bijak semakin tinggi pohon semakin kencang angin
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status