Suatu Senja di Tanah Senja
Sementara itu, ketua kami mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, memohon keselamatan kepada tuhan.
Perjalanan itu ternyata jauh lebih cepat di banding yang kami perkirakan. Kami bertujuh belas sampai Masjidil Haram ketika hari menjelang tengah malam. Tanpa membuang-buang waktu, kami bergegas mencari informasi. Satu-satunya binatang yang kami jumpai di sana adalah seekor cicak yang tengah malas-malasan di dinding. Binatang itu begitu menyebalkan dan tidak mau diajak bekerja sama. Tetapi, setelah melewati negosiasi yang panjang dan a lot, akhirnya dia membuka mulutnya juga.
“Ya, Muhammad memang sempat singgah di masjid ini. Tapi sudah pergi dengan jibril ke Masjidil Aqsha.”
Hot Chapters