Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kurasa aku mengerti apa yang kau bilang saat itu. Mau bagaimana pun juga, aku ibunya. Aku mencintai Helvin. Terkadang aku rindu keberadaannya di gubuk ini. Aku rindu saat dia berdialog dengan semua mainannya. Aku rindu saat dia berlarian di sini seolah semua perabotan gubuk itu rintangan mematikan. Aku rindu saat dia marah. Aku rindu saat dia tiba-tiba takut tidur sendiri—Meri, aku rindu semuanya. Aku ingin punya tempat khusus yang bisa membuatku mengenang putraku. Aku ingin dia membuatkan makamnya. Tapi dia masih belum menyerah. Aku tahu bagus untuknya memiliki tujuan hidup baru, tapi rasanya aku tidak bisa terus mengkhianati perasaan sendiri. Rasanya pedih.” Lagi-lagi Ibu terdiam, tidak b
1019.4K viewsOngoingAdded to Library 602 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

"Proyek 'Pemetaan Memori'. Ingat?" Ares mengernyit, lalu matanya melebar. Proyek "Pemetaan Memori" adalah sebuah inisiatif gila yang mereka luncurkan setahun yang lalu. Sebuah proyek seni kolaboratif di mana setiap anggota Hub mendokumentasikan proses kreatif mereka tidak hanya dalam bentuk digital, tetapi juga melalui jurnal fisik, rekaman suara, bahkan sampel material. Dan yang terpenting, mereka saling bertukar salinan. Seorang programmer di Tokyo memiliki salinan sketsa Elara. Seorang seniman tekstil di Berlin memiliki cuplikan kode awal Ares. Seorang insinyur suara di São Paulo memiliki rekaman diskusi komunitas mereka.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Memories

Memories

Tatapan ‘mati’ dalam sorot mata Derald… dengan bersimbah darah itu… Ahh,, tidak tidak. Jangan memikirkan hal seperti itu sekarang. Masih ada banyak hal yang lebih penting. Aku jadi teringat aku harus minta maaf tentang pamit pulang yang terkahir kemarin, dan dengan keadaan yang tidak seindah saat ini. Aku harus mengatakannya dengan benar sekarang. “Um… Derald…” “Hmm?” Ah, aku tidak berani melihat wajahnya.
9.74.7K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as arti in memoriam
Read
+Library
ARTUR

ARTUR

tanya jenderal Banin. "itu yang jadi masalah besar jemderal penawar dari racun itu tidak pernah di ketahui" jawab tabib itu. >> Di depan kamar tuan Arfen Artur menunggu gurunya pulang Artur marah karena dia harus berlatih sendiri tanpa gurunya. "hei Artur kenapa kau disini? " tamya guru Jeje "aku menunggu guru Arfen dia harus menjelaskan kenapa dia pergi tanpa mengatakan sesuatu padahal aku sudah menunggunya lama"
102.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

Ia masih belum membalasnya, bingung menyusun kata-kata yang tepat agar Diva tidak kecewa dan tersinggung. Sama seperti Juna, awalnya baik Arsyi maupun Kevin merasa geli membaca pesan pertama Diva. Tak sadarkah dia jika pria yang ditanyakannya adalah calon mertuanya? Sepertinya amnesia yang dideritanya membuatnya tidak dapat mengingat siapa itu Arsen Dirgantara.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 236 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

Jazakumullah Khoiron katsiron, terima kasih untuk para pembaca di novel Satu Milyar Untuk Art, kita lanjut di season 2-nya. Semoga rezekinya lancar terus, dan diberikan kesehatan oleh Tuhan kita, Aamin ya rabbal alamin, tetap semangat. Dengan cover berbeda ya, tapi tetap melanjutkan cerita ini, dengan tokoh yang sama pula. Silakan untuk subscribe novel kelanjutannya yang berjudul " Satu Miliar Untuk ART Season 2. Novel itu adalah kelanjutan kisah, Nilam, tuan Alex dan Nizam serta tokoh yang lainnya. Terima kasih.
104.2K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Aku juga harus kembali mengingat Dwiyan yang seharusnya sudah kulupakan. Kusimpan rapat-rapat memori itu di dalam pikiran. Pada sudut memori yang tidak tersentuh dan terjangkau orang lain. Aku tidak pernah kepikiran untuk melupakannya. Itulah mengapa aku menyimpannya di ruang terdalam yang sama sekali tidak tersentuh.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Rasanya ingin kubagi separuh memoriku ke otaknya, menggantikan semua yang lenyap dari ingatannya. Andai dia tahu, aku selalu mengunjunginya tiap waktu agar tentang figurku pun tak menguap dari benaknya. Agar tak berkurang orang-orang terdekat dalam memorinya yang ia tahu sangat menyayanginya. Papi-Maminya, Iqbal, Fakih, Aku...... "Aku tidak menulis lagi...." suara Arumi bagai hilang, tercekat oleh tangisnya. "Tidak apa-apa, jangan memaksakan dirimu?" Kugenggam tangannya. Rasanya semakin hancur mendengar kata-katanya.
1012.7K viewsOngoingAdded to Library 305 Times as arti in memoriam
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Tuhan menciptakan manusia, tapi terkadang manusia melupakan Sang Pencipta. Lalu kenapa ada atheis? Apa kalian pernah berpikir bahwa menjadi atheis itu menyenangkan? Aku rasa tidak. Karena aku pernah bertemu dengan seorang atheis. Ia bingung dengan apa yang dia lakukan pada hidupnya. Ia tidak tahu apa tujuan hidupnya. Namun anehnya, ia adalah orang yang sukses. Tak sedikit harta yang ia keluarkan setiap kali ia beramal. Namun yang lebih anehnya lagi, ia tidak pernah merasa hatinya terisi oleh sesuatu.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as arti in memoriam
Read
+Library
The Memories (BAHASA)

The Memories (BAHASA)

Azra Current POV Dia melihatnya. Akhirnya dia melihatnya lagi. Di sana, di deretan meja barisan kedua. Dengan papan nama yang jelas menampakkan identitasnya; Icha Aryani – Jogjakarta, Indonesia. Ichanya. Perempuan yang menawan hatinya sejak pertemuan pertama mereka dua belas tahun yang lalu. Yang mewarnai naik turun kehidupannya di masa puber. Maklum, cinta pertama, kata orang susah di lupakan.
1012.2K viewsCompletedAdded to Library 316 Times as arti in memoriam
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status