Rayuan Maut Para Tetanggaku
kata Bima tulus.
“Terima kasih, Mbak Dini. Gila! Ini rezeki nomplok!” seru Ardi, meskipun wajahnya masih tegang karena jumlahnya.
Setelah berbasa-basi sebentar, kami berpamitan. Ardi mengantarku kembali ke apartemen dengan motornya.
Kami tiba di apartemen, dan Ardi langsung memelukku.
“Gila, Bro. Hari ini kita jackpot! Keputusan lu resign ternyata bikin hoki, apa gue juga resign ya,” Ardi tertawa, lalu pulang dengan uang tunai barunya.