AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN
Teringat dulu saat aku di posisinya, hidup sendiri, sebatang kara.
Bedanya, dulu aku lebih semangat karena anak anak yang harus kuperjuangkan. Sedangkan Bu Ramlah, ia benar-benar sendiri. Anak-anaknya hanya sesekali, bahkan bisa dihitung dengan hitungan jari dalam setahun kemari.
Tak ada kepastian dari Pak Bahri. Tak ada kata talak, atau pub nafkah batin yang diterima. Pak Bahri hanya datang, untuk memberi makan. Itu pun hanya seminggu sekali.