Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

Jessy. ***
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as jessica bunga
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Thalisa memberikan segelas air putih yang berada di atas nakas kepada Bunda Ara sembari memijat lengan Bunda dengan perlahan. "Kita periksa Bunda ke dokter aja, ya? Aku khawatir Bunda kenapa-kenapa," ajak Thalisa. "Nggak usah, Bunda juga cuma pusing saja, kok, nanti juga Bunda sembuh," sahut Bunda Ara seraya memberikan gelas berisi air putih yang tadi ia minum pada Thalisa. "Ya sudah kalau begitu Bunda istirahat saja, ya? Oh iya, Bun, Bibi Erna kemana, ya?" tanya Thalisa penasaran karena sejak tadi Thalisa datang, ia tidak melihat Bibi Erna.
9.88.9K viewsOngoingAdded to Library 328 Times as jessica bunga
Read
+Library
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

tanya Caraka memecah keheningan. "Dia pakai kemeja putih dan celana hitam. Pakai dasi juga. Mirip kayak orang kantoran," jawab Jingga menjelaskan sebaik mungkin yang dia bisa. Dia tidak terlalu pandai ketika diminta menjelaskan penampilan seseorang. "Apa yang dia lakukan?"
4.7K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as jessica bunga
Read
+Library
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

tanya Sagara setelah berdiri di hadapan Metha. Metha tersenyum canggung. "Iya," jawabnya singkat. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Sagara merupakan salah satu rekan kerjanya di toko bunga. Badannya tidak terlalu tinggi, rambut yang bergelombang dan kulit yang berwarna sawo matang. Ia selalu saja berusaha mendekati Metha, meski Metha membalasnya dengan singkat atau bahkan tidak merespon.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as jessica bunga
Read
+Library
Si Bungsu Shintya

Si Bungsu Shintya

Selia mencoba memeluk adek bungsu nya itu. "Iya deh kak, gapapa kok." Shintya membalas pelukan kakaknya. **Flashback off** "Huuuffftttt...." Shintya menghela nafas menghilangkan rasa gugupnya. Saat di depan kelas, Shintya di kagetkan seorang anak perempuan yang memiliki keperawakkan menarik, tinggi, putih, dan satu kata yang menyempurnakannya, cantik.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as jessica bunga
Read
+Library
Menyingkap Tabir

Menyingkap Tabir

Tak peduli jika seseorang yang dipanggilnya itu tengah merengkuh perempuan lain di sana. Zayn memandang perempuan itu dengan tatapan mematikan. Rahangnya mengeras. “Apa yang sudah kamu lakukan, Jessica?” Ya perempuan bertubuh seksi dengan rambut bergelombang itu bernama Jessica. Adalah seorang perempuan yang dulu sempat dijodohkan dengan Zayn oleh ayah perempuan itu. Namun, perjodohan itu tentu saja langsung ditolak mentah-mentah oleh Zayn. Atas penolakan yang dilakukan Zayn itulah yang membuat perempuan yang kerap kali dipangga Jessi itu marah. Ia mengejar-ngejar Zayn tanpa menyerah. Hingga ia tahu kekurangan Zayn dan memilih pergi. Lantas, sekarang ia kembali lagi.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as jessica bunga
Read
+Library
Jelajah Jelita

Jelajah Jelita

“Ta, maaf ya….” “Ngga apa-apa, Na. Kamu kenal dia?” “Hhhhmm… Cuma tahu saja, sih, ngga kenal yang dekat gitu,” Arina meringis kaku membayangkan betapa campur aduknya perasaan Jelita saat ini. “Hhhmm… memangnya dia siapa, Na? Jujur sih penasaran, hehehe.” “Namanya Bunga, Fakultas Hukum. Dia cukup terkenal sih, termasuk mahasiswa berprestasi dan suka tampil di iklan-iklan gitu, Ta.”
4.4K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as jessica bunga
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Ia hanya berkata dengan nada tenang, “Kau memang jarang terlambat.” Alira Calliste Vervelle berdiri di pintu dengan gaun kerja sederhana dan keranjang kecil di tangannya. Beberapa bunga liar menjuntai dari dalam keranjang itu. Ia menutup pintu di belakangnya. “Aku menemukan beberapa bunga dari bukit tadi pagi,” katanya sambil meletakkan keranjang di meja. “Kupikir warnanya cocok untuk rangkaian di jendela.”
10621 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as jessica bunga
Read
+Library
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Sungguh ironis. Marissa belum makan atau minum apa pun sejak pulang ke rumah. Tidak pernah bicara sepatah kata pun, hanya duduk terdiam. Aku menyodorkan sebuah gelang ke tangan Marissa. Benda terakhir yang dikenakan Vania sebelum meninggal. Marissa tiba-tiba bereaksi setelah memegang gelang dan mulai menangis dalam diam, mengucapkan kata maaf.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as jessica bunga
Read
+Library
Lusia

Lusia

Aaron bertanya dengan tenang. Lusia menggeleng cepat. Penolakan tanpa hitungan menit. “Tidak. Tidak sama sekali, aku hanya membutuhkan tanggung jawabmu. Sekarang, bangunlah dan mulai memetik bunga – bunga camomile itu!!!” Lusia masih bisa mempertahankan sikap kerasnya. Tapi Aaron tidak. Ia mempunyai rencana lain. “Jadi, aku yang menyebabkan bunga – bunga itu berserakan di tanah?”
106.7K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as jessica bunga
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status