Terjerat Pesona Papa Temanku
Tangannya memainkan pulpen, berputar di antara jari-jarinya tanpa sadar.
Tatapannya kosong.
“Dia…,” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. “Dia mengingatkanku pada Bianca.”
Nama itu meluncur begitu saja dari bibirnya, membawa serta bayangan lama yang seharusnya sudah terkubur rapi.
Ia menghela napas panjang, dadanya naik turun lebih berat dari biasanya.
“Tahan, Aksa,” bisiknya pada diri sendiri. “Tahan.”