Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berawal Dari Kontrak, Berakhir Menetap

Berawal Dari Kontrak, Berakhir Menetap

Saat hendak menarik kedua ujung bathrobe, Rena menangkap sesuatu di perutnya melalui pantulan cermin. Dia lantas menundukan kepala memeriksa secara langsung. Ada satu garis pendek tampak nyata di perutnya seperti bekas operasi caesar. “Ini apa?” Dia bergumam. “Kaya bekas operasi caesar,” sambungnya lagi tapi hati dan benaknya tidak mempercayai itu lantaran Rena yakin kalau dia tidak pernah mengandung. “Paaaa … Papaaaa.” Rena langsung keluar kamar mandi untuk memberitahu langsung temuannya.
9.9188.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai jimat benang di perut
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Falisha Irsan
Thor ceritanya mirip2 kayak pak Bos niko dan Aya ya..*_* tapi ini lebih bnyk ending yg hrs di kelarin. kayak Edward,Monika,adik2 rena dan ricko yg pasti. Tapi dicerita ini pak bos nya agak lebih lemot dlm urusan ketegasan perasaannya. msh jago bos niko, hehehe bagus ceritanya. SEMANGAT!!!
Baca Semua Ulasan
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Dian meringis kesakitan. “Mungkin akibat menstruasimu? Ini harinya, kan?” Teguh menopang tubuh istrinya yang lemas. Dian berkeringat dingin dan pakaiannya mulai basah. Dia mengangguk, mengira ini akibat datang bulannya. “Mungkin. Aduh, sakit sekali, rasanya seperti ditusuk-tusuk, seperti ada yang menggigiti perutku.” Juna menerawang ke arah perut Dian dan melihat di dalam sana ada potongan silet, beberapa jarum, dan ada ular kecil berbentuk tak lazim, giginya seperti hiu.
9.4193.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Rasanya seperti seluruh isi perutnya baru saja diremas dan dibakar secara bersamaan. Mata Kang Kumis terbelalak ngeri. Wajahnya yang tadi angkuh kini pucat pasi, lebih putih dari mayat. “Argh…” Sebuah erangan pelan yang penuh dengan ketidakpercayaan keluar dari mulutnya. Ia menatap Joko dengan horor murni. “B… Bagaimana… bisa…?” Ia menunduk, menatap perutnya. Tidak ada luka. Tidak ada goresan. Tidak ada darah.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
SEBATAS ISTRI CADANGAN SANG TUAN

SEBATAS ISTRI CADANGAN SANG TUAN

Dia baru saja hendak bertanya ketika secara tiba-tiba Jaima memegangi perutnya. “Ah, sakit..” Ucap wanita itu, “Perutku, perutku sakit…” Dia merintih, memegangi perut besarnya. Noah hendak berlari memanggil asisten pribadi Jaima ketika dia melihat air merembes dari balik celana Jaima. Wajahnya pucat, dia yakin sesuatu telah terjadi.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

​Titik-titik laser merah itu masih berkedip di atas kulit pucat Nayaka, seolah-olah maut sedang meraba nadinya. Namun, tangan Nayaka justru merayap ke arah benjolan aneh di bawah kulit perutnya. Dingin, keras, dan tidak terasa seperti jaringan tubuh manusia. Sialan. Siapa pun yang menjahit perut Aurora setelah keguguran itu, mereka tidak hanya membersihkan rahimnya, tapi menyembunyikan sesuatu di sana.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
DIKIRA GELANDANGAN TERNYATA PEWARIS TUNGGAL

DIKIRA GELANDANGAN TERNYATA PEWARIS TUNGGAL

Ia bisa bernapas lebih lega. "Kamu sudah seperti ini sejak kapan, Jemi?" tanya Bibi Alma pelan, sambil mengusap sabun ke lengan Jemima dengan hati-hati. "Sejak kamu datang kemari, atau… sejak sebelum itu?" Jemima berpikir sejenak. "Awalnya aku kira hanya kelelahan… atau karena pikiran. Tapi ternyata…" ia terdiam, "makin lama makin berat. Setiap pagi dan malam rasanya… perutku bergejolak."
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
BENIH MAJIKAN DI RAHIMKU

BENIH MAJIKAN DI RAHIMKU

Uweeekkkk. Sepertinya dia kian stress karena berperang batin harus melibatkan Ivo atau tidak, rasanya tidak tega sama sekali. Gadis itu menggeleng masih memuntahkan apa saja isi dalam perutnya walau yang dilihat hanya cairan bening, rasanya usus miliknya sedang diblender. Rasa tak karuan membuatnya terus saja memuntahkan semua isi. Menutup mata merasakan bulir bening membasahi pipi mulusnya. Pegangan pada pinggiran wastafel itu terasa bergetar seiring dengan bahunya merosot dan ikut bergetar.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
LELAKI YANG TERKHIANATI

LELAKI YANG TERKHIANATI

Telur yang masih setengah matang akhirnya terpaksa ia tinggalkan setelah mematikan kompor. Susanti berjalan ke kamar dengan memegang perutnya. Wajahnya meringis menahan sakit yang teramat sangat. Ia segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tangannya meremas bantal yang di sampingnya untuk mengurangi rasa sakit yang dialaminya. Namun hal itu tidak begitu membantu karena nyeri di perutnya kini bertambah kuat.
9.614.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh

Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh

Apakah benturan tadi merusak organ dalamnya? Jordan benar-benar tidak tahu bahwa di dalam perut yang dirintihkan wanita itu, ada benihnya yang sedang berjuang untuk hidup. Yang Jordan tahu, melihat wanitanya tak berdaya seperti ini membuat separuh jiwanya ikut mati.
1042.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
MISTERI MELETUSNYA PERUT ANTIKA

MISTERI MELETUSNYA PERUT ANTIKA

MELETUSNYA PERUT ANTIKA RANDU **** "Aduh, Bu! Perutku sakit sekali." Seorang perempuan muda datang bersama Ibunya ke rumah seorang Bidan Desa. Ia terus merintih sambil memegang perut buncitnya yang bergerak tak beraturan. Bidan itu menautkan alis, ia heran sebab gerakan perut perempuan tersebut sangatlah tidak normal. Ia bahkan sudah memasang infus untuk berjaga-jaga jika pasien mengalami keadaan gawat darurat.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai jimat benang di perut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status