Godaan Mama Muda
ucapku akhirnya, tak tahan lagi.
"Kenapa, Dit?"
Aku menelan ludah, melihat tangannya yang masih berada dekat pahaku.
"Mama ngapain?"
"Ini loh," katanya sambil memutar benang di jarinya. "Ada benang yang keluar dari celanamu. Mama cabut ya? Biar rapi."
Benar saja, ada beberapa helai benang yang keluar dari celanaku. Akan tetapi, posisinya tepat pada kediaman pejantan tangguhku.