JIWA-JIWA YANG MALANG
Bilamana adzan mulai terdengar, suaranya bergelombang kadang ringan, kadang juga berat ia intonasi kan, seolah persis seperti air yang jatuh dari atas perbukitan, mengalir riuh saling bergantian menghajar permukaan bebatuan namun tetap saja berulang ia ucapkan, sering kali rahangnya tampak mengeras hingga membentangkan alunan indah namun juga lantang, teringat bahwa negeri ini hanya sekedar perbukitan yang tersamarkan oleh awan kelabu biru, tatkala suara ilalang ikut bergoyang terdengar ramai disusul oleh suara burung hantu yang kerap kali bersahut-sahutan dengan jangkrik-jangkrik dan katak, nampak mereka hinggap hingga hidup dengan rukun dia buliran padi pada pesawahan, seolah menghias suas
Hot Chapters