AKU DITALAK KARENA TIDAK BEKERJA
Selepas kami makan malam, dan Manaf pun sudah tertidur pulas, Ibu juga sudah masuk kamar.
Aku dan Sinta duduk di teras depan rumahnya sambil ngobrol dan curhat.
“Sin, tolong carikan aku kerjaan ya, tapi yang bisa bawa anak!” ujarku dengan penuh harap.
“Eee, kalau kerja yang full time, kayaknya gak bisa, mungkin kalau paro waktu bisa,” balasnya dengan nada penuh penyesalan.
“Kalau kerja paro waktu, kerja apa? Aku sih mau aja, kerja apa pun yang penting halal buat menyambung hidup,” balasku.
Sikat na Kabanata