Benih Terlarang Bos Brondongku
Dia bangkit duduk, menatap Chelsea sejenak, lalu berkata dengan suara yang sengaja dilembutkan, “Chelsea, aku capek. Perjalanan tadi panjang. Aku benar-benar pingin istirahat.”
Kata-kata itu mungkin terdengar wajar, tapi nada suaranya tetap dingin, jauh dari harapan Chelsea.
Senyum kecil yang Chelsea paksakan terlihat jelas getirnya. “Oh begitu.”
Dia mengangguk pelan, padahal tenggorokannya terasa mengering. Tanpa menatap Devan lagi, Chelsea berdiri. Lingerie yang tadi terasa cantik, kini seperti tak memiliki arti apa pun. Dia melangkah ke arah balkon, membuka pintu kaca perlahan. Angin malam Maldives menyapa kulitnya yang dingin.
Hot Chapters