Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Vice Versa

Vice Versa

Bagaimana ia bisa tahu aku suka itu? Fisesa mendongak. Samar-samar ia dapat membaca sebuah kata: Ichibento. Nama kafe terkenal yang menyediakan makanan Jepang di daerah Tangerang. "Aku hanya ingin minta tolong satu hal." Intan menggigit bibir bawahnya perlahan dan menempelkan kedua ujung telunjuk tangannya. "Temani aku kencan ganda dong ... besok." Hah?
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

Kenapa tidak mau menyebut nama kafe di mana ia akan pergi? ***L*** Kafe Bidara. Kafe legendaris yang masih ramai pelanggan. Kalau tidak salah, kafe ini sudah berdiri sejak empat puluh tahun yang lalu. Sekarang sudah dipegang oleh generasi kedua dari pendirinya. Tapi menunya tetap sama. Khas pedesaan. Kalau kafe sekarang ada sajian mix plater yang isinya sosis, kentang goreng, atau nugget. Kalau Kafe Bidara berisi, pisang goreng atau rebus, ubi goreng atau rebus. Ada juga hasil bumi lain berupa umbi-umbian.
9.9191.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Ujian jarang datang dengan wajah yang asing. Sering kali ia justru hadir melalui sesuatu yang terasa akrab—nada lama, pertanyaan lama, dan godaan untuk menjelaskan diri kepada orang yang dulu pernah punya tempat. Kafe itu tidak berubah banyak. Meja kayu dekat jendela masih di sana. Aroma kopi yang sama. Bahkan jam di dinding tetap berdetak dengan ritme lambat yang dulu sering membuat Keira lupa waktu.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kata nenekku ikut menimpali obrolanku dan kakek. "Ya gak apa-apa nek, namanya Sarah kerja disana, harus selalu siap kalau dikasih tugas dadakan. Sarah juga seneng kok sama pekerjaannya." "Emang kamu kerja dimana dan jadi apa dek?" Tanya Mas Hanif. "Manager Pemasaran di perusahaan real estate mas." Jawabku. "Yowes kalau itu sudah tanggung jawab kamu maka segera dilakukan, sudah sekarang habiskan makanannya terus istirahat." Kata kakek menengahi.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
TANGISAN CINTA

TANGISAN CINTA

Kekasihnya bukan arif " ya sudah rif wil ayo kita mencari kafe terdekat disini " ajak tarek tersenyum " oh ya, aku tau kafe dengan masakan terenak didaerah sini, ayo ikut aku " kata arif tersenyum ke tarek dan wilona Arif, wilona, tarek beserta crewnya pergi ke kafe untuk makan ,beberapa menit kemudian mereka sampai dikafe itu dan mereka memesan makanan mereka masing masing
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

ucap Ken membuatku menatap punggung lelaki yang melewatiku dengan botol obat tidur yang isinya ia pindahkan ke dalam piring kecil di atas nampan. "Ini," ucap Ken membuatku menatap dua butir obat tidur yang ia letakkan di atas piring kecil. "Te- ... terimakasih," ucapku menerima nampan dengan ragu. 'Sejauh mana ia tahu tentangku yang sudah meninggalkannya selama lima tahun?' Ken adalah lelaki dengan ingatan yang baik. Baik ingatan yang ingin ia ucapkan ataukah ingatan yang tak perlu ia katakan.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 904 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
Kaya Setelah Dibuang

Kaya Setelah Dibuang

tanya Kaisar yang sudah selesai mengganti bajunya dengan kolor dan kaos oblong. "Kakak nggak ke percetakan?" "Besok aja lah. Ini dah mau sore, kamu belum jawab pertanyaan Kakak. Cafe kenapa?" "Lagi ada tamu, katanya nunggu Ken." Ken menyeruput minuman dengan cepat sampai tandas lalu berdiri. "Ken pergi dulu ya? Mobilnya Ken bawa. Nanti Kakak ke showroom aja kalau mau pakai mobil. Di sana Kenzi dah nitip," celetuk Kenzi.
1077.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Terakhir kali ia mengalami perasaan ini saat teror penampakan pocong berkafan hitam. Aep mengembus napas panjang. Ia tutup kembali pintu rumah. Tubuhnya ia dudukkan di kursi seperti sedia kala. Pria itu mendengkus kesal. Kini, ia benar-benar sendiri di situasi yang tak nyaman. Piring sudah kosong dan asbak sudah penuh dengan puntung rokok. Sialnya, perutnya masih saja kelaparan.
9.775.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
The Contractual Heart

The Contractual Heart

"Sabar, Sayang. Kita akan segera berangkat." Mereka hendak mengunjungi kafe milik Gerald, sebuah tempat yang kini menjadi salah satu pusat kebahagiaan mereka. Sebuah kafe yang tak hanya menjual kopi, tetapi juga kisah penebusan dan keluarga yang kembali bersatu.
829 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
ADA BAYI SEPULANG DARI LUAR NEGERI

ADA BAYI SEPULANG DARI LUAR NEGERI

Hari ini kafenya resmi dibuka. Kafe yang bernama KAFE TKW itu berwarna abu-abu dan putih tampak ramai. Aneka menu camilan seperti kentang goreng, pisang goreng krispi aneka rasa, aneka kue, dan aneka minuman panas dan dingin tersedia di kafe TKW. Beberapa pengunjung tampak memenuhi tempat duduk yang disediakan. Mulai dari seragam abu-abu putih sampai baju kantor tampak asyik mengobrol di sana.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai kafe kenangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status