PERNIKAHAN KEDUA
Bernafaslah, bergeraklah, tertawalah, karena itu yang akan membuat semangat Kakak bangkit.
Dengan dibonceng motor Lea, kami pergi ke rumah sepupunya di kawasan pemukiman elite. Berhenti di depan pagarnya yang besar dan mewah, aku tertegun. Rumah ini bahkan jauh lebih megah dari pada rumah Eyang.
"Sepupuku hanya tinggal berdua, dengan tiga pembantu di rumah ini. Mereka yatim piatu. Orang tuanya kecelakaan setahun lalu."