Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Misteri Kontrasepsi di Kamar Putriku

Misteri Kontrasepsi di Kamar Putriku

Dia meraih tasnya dari tangan Mami Anna lalu melangkah ke kamarnya. Maura tidak ingin lagi dipanggil adek karena merasa sudah jadi kakak, bukan merasa lagi karena memang faktanya begitu, nanti ada yang memanggilnya kakak. “Duduk, Nak. Tadi sengaja belikan red velvet, Nino bilang belakangan ini kamu suka makan red velvet.” Mami membuka kotak kue yang dibawanya. “Mami, padahal tidak usah repot-repot.”
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 788 Times as kakek merah
Read
+Library
Selir Hati Tuan Muda

Selir Hati Tuan Muda

"Siang, Bu. Ada yang bisa dibantu? Ibu mau cari kue apa? Atau mau lihat-lihat dulu?" "Lihat-lihat dulu!" jawab Catherine ketus. Ia tidak suka ditanya-tanya. Kue red velvet dalam etalase begitu memikat perhatian Catherine. Perempuan itu menuju etalase. 'Kelihatannya enak,' batinnya. "Siang, Bu. Kalau Ibu mau nyicip kita ada tester-nya lho. Kita nggak pakai pewarna. Warna merahnya kita ambil dari sari buah bit."
1022.1K viewsCompletedAdded to Library 507 Times as kakek merah
Read
+Library
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Lokasi di sana agak terpencil. Ini adalah rumah yang sangat bersih dengan satu kamar dan satu ruang tamu. Satu-satunya yang berbeda adalah rumah ini memiliki banyak lampu meja warna-warni. Begitu semua lampu itu dinyalakan, rumah ini tampak sangat indah. "Ellen hidup dalam gaya yang romantis, seolah menjadikan dirinya sebagai seorang putri." "Buat apa harus berpura-pura menjadi seorang putri?" Vando mengernyitkan bibirnya.
9.3K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as kakek merah
Read
+Library
Kakak Ipar Rasa Pacar

Kakak Ipar Rasa Pacar

kata pria paruh baya itu. Darren meraih map warna bermerah, kemudian membukanya. Bibirnya mengulas senyum puas. "Itu untuk Anda, Pak. Kalau yang warna kuning untuk Bu Tania. Semua terserah Bapak, kita bisa memberikan langsung atau mengembalikan ke pengadilan dan membiarkan Bu Tania mengambilnya sendiri. Kalau opsi kedua, itu akan menyulitkan tergugat. Biasanya digunakan sebagai hukuman dari penggugat," jelas Pak Galang.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as kakek merah
Read
+Library
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

Mereka memberikan undangan, tetapi per anggota hanya bisa memberikan satu undangan. Apa gunanya pesta ini? Maria bertanya-tanya ketika dia bergerak menuju meja makanan. "Ya Tuhan, Maria," bisik Sophie tak percaya. "Lihat semua makanan ini. Pernahkah kamu melihat makanan lezat seperti itu? Lihat bola emas kecil ini? Ini adalah adalah kaviar Almas, Maria. Kakek memberitahuku bahwa harganya sembilan ribu dolar per pon!"
1.6K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as kakek merah
Read
+Library
Merebut Suami Kakakku

Merebut Suami Kakakku

Ia dengan cepat kembali merangkul lengan pria itu, lebih erat dari sebelumnya. "Tentu saja Alina ikut, Mas. Dia kan calon adik iparmu," sela Kak Alda sambil tersenyum ke arah Mas Daren, sebelum menoleh padaku. "Lin, tolong lihatkan sample kain warna maroon di meja sana. Aku butuh pendapatmu, cepat." Itu jelas cara untuk menjauhkanku. Aku mengangguk patuh dan mulai berjalan. Tapi aku mendengar Mas Daren berbicara pada Kak Alda.
745 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as kakek merah
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

“Kak Moya ganti pake ini deh.” Dia meletakkan sebuah kotak kue berukuran besar. Membuat mata Kael otomatis melebar dan mulutnya bergumam ‘wow’. Red velvet cake berukuran besar dengan lelehan saus merah serta toping stroberi segar sontak membuat Kael tersenyum lebar. “Aku suka kue itu, tapi aku mau makan pisang goreng buatan mama dulu,” ucap Kael, menarik piring berisi dua potong pisang goreng yang tersisa.
1086.0K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as kakek merah
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

"Yakin suhunya -10 derajat? Bagaimana kalau kita pergi melihatnya?" Namun, sesaat setelah kata-kata itu terlontar, Nara mengangkat pergelangan tangannya. Lengan bajunya tersingkap, memperlihatkan beberapa bekas kemerahan. Kemudian, dia terbatuk pelan dengan lemah. "Kakak ... jangan salahkan Kak Viona. Mungkin dia memang nggak sengaja. Bagaimana kalau kita keluarkan saja ...." Namun, saat melihat bekas merah itu, pupil Kak Eki mendadak mengecil. Dia langsung mencengkeram pergelangan tangan Nara.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as kakek merah
Read
+Library
Finding Love

Finding Love

Seru Alex. "Oke, aem… hm enak Rainbow cake, lapisan krim dengan gula manis membuat rasanya manis dan lumer di mulut. Seperti pelangi, Rainbow Cake punya 7 warna berbeda yang menarik dipandang mata dan enak untuk dimakan." Kataku terhipnotis dengan suapan pertama Rainbow cake dari Alex. "Kalau kamu suka tiap jenguk aku bawakan ya Anna ?"
102.9K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as kakek merah
Read
+Library
Cinta Merah Muda

Cinta Merah Muda

tanya Kalan lagi. Rianza mengernyitkan dahinya, “Gue Rianza, bukan gulali.” Mendengar itu Rianza langsung paham. Rambut merah mudanya memang sekilas mirip dengan gulali, beberapa orang juga mengatakan hal yang sama. “Iya, lo Rianza yang punya rambut kayak gulali. Lo udah tahu nama gue?” Rianza mendengus, “Gue udah tahu nama lo dari awal. Kita pernah sekelas.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as kakek merah
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status