Mendadak Punya Cucu
Amar berkata selembut mungkin.
"Bohong?" Ima menggebrak meja makan.
Amar begitu terkesiap dengan apa yang Ima lakukan. Padahal ia sudah berusaha agar Ima tidak tersinggung dengan ketidakpercayaannya.
"Kalau aku bohong, lalu apa yang selama ini kau lakukan padaku? Kau bilang, kau mengontrak rumah susun untuk tempat tinggal Kalila. Tapi, buktinya apa? Kau menempatkannya di apartemen mewah. Kau menyembunyikan semua itu dariku. Kau tega membohongiku demi pelakor itu." Ima berteriak sambil mengarahkan telunjuknya tepat di depan wajah Amar.