ISTRIKU KUYANG
jawabku dengan mengulas senyuman semanis mungkin.
Ia pun memanggil pelayan. Dan tak lama makanan pun datang. Dini begitu lahap menyantap makanannya, sedangkan aku masih terngiang-ngiang ucapan orang-orang lima tahun silam.
"Kamu kenapa, Mas? makannya ga semangat gitu," seru Dini yang berhasil membuatku terkejut.
"Ah, ga kenapa-napa, Dek," jawabku berbohong . Seketika dadaku bergemuruhn karena ini kali pertama aku membohonginya.