Cinta Pertama Mas Ali
Matanya berkaca-kaca, lalu dengan suara lembut ia menjawab, “Insya Allah, Bu. Aku menerima.”
Suara riuh syukur terdengar. Keluarga yang hadir tersenyum, beberapa mengucapkan doa. Bian merogoh kotak kecil di sakunya, lalu berlutut sedikit di depan Aisyah.
“Untukmu,” katanya sembari membuka kotak berisi cincin berkilau.
Tangan Aisyah bergetar ketika Bian menyematkan cincin itu di jari manisnya. Tepuk tangan kecil terdengar, dan suasana pun semakin hangat.