Om Duda!
"Bajumu banyak, kenapa masih bingung?"
Devan mengambil kaos hitam polos lalu memakainya, dan kembali berjalan keluar dari sana, sebelum menaiki kasur, Devan menatap boneka-boneka milik Disya. Lelaki itu menggeleng-gelengkan kepala sambil memijat-mijat pelipisnya, kamarnya sudah seperti kamar anak perempuan. Coba bayangkan, nuansa dark bedroom, furniture dan semuanya yang ada di kamar ini berwarna gelap, kenapa tiba-tiba boneka-boneka yang ada di atas kasur berwarna pink? Huh, tidak cocok sekali, pikir Devan.
Tapi mau bagaimana lagi. Inilah Disya, identik dengan warna pink.