Cinta Pengganti
Namun, tetap saja semua hal yang berada di kamar tersebut sudah diganti dengan yang baru.
“Nggak.” Duta menggeleng dan ikut merebahkan diri di samping Kiya. “Kamarnya bagus, besarnya kayak rumah kita kemaren ya, Bun. Terus, tempat naroh baju juga ada kamarnya sendiri, nggak pake lemari. Kata oma, itu namanya walking closet.”
“Walk-in, bukan walking,” ralat Kiya lalu tertawa geli. “Tapi Duta senang tinggal di sini?”