Balada Asmara Biduan Dangdut
“Enggak, kok. Enggak ngrepotin. Saya permisi dulu, ya.”
“Iya iya, silakan-silakan,” sahut Kang Bambang lagi sambil tersenyum, dengan senyuman yang tidak biasa dan itu membuatku curiga.
Setelah perempuan itu pergi aku lekas mencubit paha Kang Bambang. “Heh! Kang, kamu suka ya sama Hana?” bisikku pelan.
“Hana? Hana siapa?”
“Itu tadi namanya Hana.”
“Kok, kamu tahu?”