Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

kata Anisa. “Kayaknya akan sedikit sulit, tapi boleh dicoba.” Safitri tetap terlihat optimis. Para santri putra terlihat semangat dengan meneriakkan slogan milik ekskul panah. "Lihat, Yordansyah dan juga yang lainnya kelihatan banget semangatnya. Kita gak boleh kalah semangat sama mereka," kata Anisa. Aizha hanya tersenyum melihat semangatnya para santri putra. Semangat jiwanya pun perlahan kembali tumbuh.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Suami Mudaku

Suami Mudaku

Bangunan kecil-kecil berbahan bamboo dan kayu itu sengaja diperuntukkan para santri menerima kunjungan kerabat dan keluarga. “Kenapa di sisni? Mari ke kantor saja!” sapa seorang lelaki berkopiah putih setelah saling sapa salam bersama Dio. “Enak di sini Tadz … santai.” Kedua lelaki sebaya itu tersenyum. “Jadi bagaimana? Apa yang bisa ana bantu?” “Saya menikahi seorang wanita hari kemarin.” “Ma sya Allah. Barakallah.”
9.712.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Istri kontrak CEO

Istri kontrak CEO

Berniat menghabiskan malam di tempat bandar Cina dengan berpesta bersama wanita-wanita panggilan. Namun, ketika ia sedang berjalan melewati gang sepi. Tiba-tiba, ia bertemu dengan Kang Tito yang memanggil Santo. "Ada apa, huh?" Tanya Santo dengan mimik wajah sok jagoan. "Saya pengen berbisnis sama akang."
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk, Gus!

Nikah Yuk, Gus!

jawab santri yang dipanggil 'Kang' itu, tepatnya Kang Zaki. Farhan—santri yang masih terbilang kecil dengan pecis miring dan sarung terlipat tidak rapi itu melangkah masuk dengan ragu-ragu. Pasalnya jarang ada keluarga yang menemuinya di hari efektif, biasanya pembesuk santri akan datang di hari minggu atau sabtu, dan memang hanya di waktu-waktu itulah keluarga boleh menjenguk. "Silakan Mbak, Farhan sudah ada di sini, saya tinggal ke belakang sebentar."
7.78.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Sang Ksatria Malam

Sang Ksatria Malam

Di perpustakaan aku bertemu dengan Xi Zhang, dengan cepat Xi Zhang segera menghampiriku. "Paman Santo, apa kabar? Apa kau hendak membersihkan perpustakaan hari ini?" tanya Xi Zhang. "Hmm, sebenarnya aku hendak mencari kamus bahasa nak. Apa kau bisa membantuku?" tanya ku kembali. "Oh begitu, baiklah. Apa yang harus aku bantu? Bahasa seperti apa yang hendak paman cari?" tanya Xi Zhang. "Ini nak, paman tidak bisa memastikan ini bahasa apa. Tapi, kelihatannya ini merupakan bahasa dari Kerajaan Kahn. Silahkan, kau pastikan sendiri," ucap ku sembari menyodorkan secarik kertas tersebut.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Belum aja aku melanjutkan ucapanku, dari bangku pengunjung kantin, kita semua mendengar dua santriwati yang sedang berkelahi sambil mendorong temannya. "Heh, dasar kamu, penipu ya!" teriak santriwati itu dengan sarkas. ***
10128.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Gus ku ,Cinta Pertamaku

Gus ku ,Cinta Pertamaku

Wanita itu pun berjalan menghampiri kami. " Ada apa kang ?" tanyanya penasaran " Ini santri baru ,namanya Lita ,tolong ajak ke asrama ya, katanya dia mau ikut program hafidz juga " kata kang ikhsan menjelaskan. " Oh ....baik kang" jawabnya sambil menganggukan kepala tanda mengerti. o0o
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

"Christ--" BERSAMBUNG
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 942 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dan dia pun menjawab dengan kalimat yang tak pernah terganti sejak lama. "Kalau Ayah meninggal, kenapa kita nggak ke kuburannya, Bu? Ayah pasti sendirian, nggak ada yang kasih bunga." Kata-kata itu, terucap dari wajah polos yang masih menatap Asih dengan penuh harap. Kemudian, dia menyambung kalimatnya. "Tapi kata Tante Rani, Ayah lagi kerja di luar negeri. Luar negeri itu di mana, Bu? Jauh?"
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kang santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status