Ah! Enak Mas Dokter
Sambil memegang dada yang berdegup cepat, ia pun mulai mengeluarkan suara lembut.
"Halo, Kang .... "
"Ya, halo. Ini siapa? Nomornya nggak ada di hape saya," balas Fandi.
Santi menghela panjang, mengatur napas yang nyaris berhenti di tenggorokan.
Sambil menggigit bibir, ia kembali mengatakan, "Saya Santi Kang. Adiknya Kang Agung. Maaf saya ganggu Akang."
"Oh, kamu ... Santi. Kenapa?"