SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Bau masakan menyeruak, santan, daging, rempah, asap tipis menari dekat langit-langit saat sang pemilik warung sate terkenal di daerah itu mulai memanasi sate yang seharian tadi dia bakar, dan tinggal menghangatkan.
Pak kyai duduk depan. Kitab terbuka. Suaranya tenang saat membuka acara aqiqoh. Kata-kata mengalir, tertata, penuh makna. Nama 'Jiendra Manggala' disebut. Diulang. Diaminkan.
“Aamiin.”
“Aamiin.”
Nama itu melayang, terasa berat sekaligus indah. Seperti doa yang menggantung lama.