Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelabu

Kelabu

“Kakak” “Kakak” “KAKAK” panggil Leo untuk ketiga kalinya sembari menggoyangkan lengan Dania. “Iya kenapa?” “Leo mau serang Dinosaurusnya, kakak kok malah bengong sih?” protes anak itu. Dania menggaruk kepalanya, “Ah... Iya, maaf maaf hehe.” jawabnya cengengesan. Bibir Leo mengerucut, menampakkan ekspresi cemberut karena kakaknya yang sedari tadi bengong sambil menggoyangkan mainan dinosaurus yang dipegangnya dengan asal.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kape
Baca
+Pustaka
ZOE

ZOE

Kurasa Guru Tami benar, aku mencapai kecantikan tertinggi saat menjadi seorang kunoichi. "Zoe? Kau baik-baik saja?" tanya Kyrene dari pusat komunikasi, "Jangan lupa Hololenz-mu. Tekan tombol di gagang sebelah kanan untuk mengaktifkan." Ah iya, Hololenz. Aku sudah tak sabar ingin mencoba langsung kecanggihan alat pendeteksi jantung yang berdetak dibalik tembok-tembok tebal. "Hampir lupa." jawabku.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kape
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

"Apa Bapak nggak capek?" "Capek kenapa?" "Ya capek ... capek karena telalu tampan!" Boom.
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai kape
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kape
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Fabio memutar badannya, "oh kenapa kau diam di sana, Kev?" "Kinipi kiw diyim di sana Kiv?" Kevin menirukan kalimat Fabio dengan suara yang di buat-buat. "Kepalamu benjol, Kev. Apakah itu ulah ku? Jika iya, maaf. Aku tidak sengaja tadi,"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai kape
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

Kalvin berusaha menepis semua perasaan itu hingga membuatnya memilih untuk membersihkan diri agar aroma parfum Siska hilang dari tubuhnya. Kalvin meraih sabun yang cukup banyak dan mengoleskannya ke area tubuhnya, setelah itu menghidupkan kembali shower hingga membuat aroma itu hilang dan berganti dengan aroma sabun kesukaannya. Kalvin pun kembali ke atas ranjang untuk menikmati tidur malamnya, namun tiba-tiba terdengar suara ponselnya yang berdering Kalvin pun segera mengangkat saat mengetahui bahwa yang menghubunginya adalah Dimas.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kape
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status