Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu
Dia merasa rumah sakit terlalu membuatku tertakan, jadi dia diam-diam membawaku pergi dan mengantarku ke toko, tempat aku membeli alat bantu dengar berwarna putih ini.
Gambar padi dan pola ikan di bagian atas juga digambar olehnya.
Meskipun dia sendiri jelas masih anak-anak, dia dengan kaku memasangkan alat bantu dengar padaku, dengan sungguh-sungguh berjanji, “Dik Tasya, aku akan melindungimu mulai sekarang.”
“Guru privat bilang, selama kamu berusaha, semuanya pasti bisa membaik. Dik Tasya, aku yakin kamu juga akan menjadi lebih baik.”
Hot Chapters