Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Lilin yang bertuliskan angka 21 sudah habis terbakar. Krim putih mengalir ke meja, mengelilingi kotak hadiah yang terikat pita. Di atas kotak tersebut ada kartu ATM, yang diberikan oleh Sandi kepada Kania saat dia mulai tinggal di rumah Keluarga Buwono. Di bawah kartu tersebut ada kartu ucapan, dengan gambar kartun bertuliskan "Selamat Ulang Tahun" di pojok kiri atas, serta tulisan tangan yang familier.
27.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Atasanku

Gairah Liar Atasanku

sahut Aron dengan berfikir. Renata mengajak Aron untuk melihat film kesukaannya tempo dulu yaitu film kartun yang berasal dari negara Sakura, melihat film yang direkomendasikan oleh mamanya membuat Aron sangat senang karena inilah kali pertama dia melihat film tersebut. "Andaikan setiap orang memiliki kantong ajaib ya Ma," celetuk Aron saat pemeran utama dalam film kartun tersebut mengeluarkan aneka barang dari kantong ajaibnya.
9.81.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49.5K kali sebagai kartun kuntilanak
Tampilkan Ulasan (76)
Baca
+Pustaka
CitraAurora
Halo kak, Gimana kabarnya. Semoga baik ya... Ada cerita baru nih dari Author, g kalah seru sama kisah Dion, Renata dan Andika. Judulnya, Istri yang Menanti Sentuhanmu. Jangan lupa mampir ya kak, ditunggu kehadirannya, makasih...
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Tetapi jika dilihat lebih dekat lagi, ada yang bisa menarik perhatian. Di papan buletin, ada sebuah karikatur yang digambar menyerupai kartun dan dikemas dengan menarik. Lebih detailnya, ada tulisan yang diakhiri dengan tanda seru sebagai aksi protes atas peraturan sekolah yang tidak masuk akal. Contohnya saja aturan makan di kantin berdasarkan peringkat. Maka karya itu sebagai demo mereka agar bisa mengubah aturan, serta karya itu juga sebagai pemikiran serta keresahan mereka sebagai penghuni sekolah.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
The Wedding Fuss

The Wedding Fuss

Cuma lima belas menit kami berjalan dari pintu masuk sampai keluar dalam kondisi mengenaskan. Sebenarnya, kalau diingat-ingat, wujud semua setan di sana nggak terlalu mengerikan. Aku masih ingat banget ada kuntilanak yang memakai gaun putih satin. Mekapnya lebih mirip cewek yang terpaksa kondangan dengan blush on berlebih dan lipstik sisa. Tapi, kuntilanak itu muncul tiba-tiba dari balik lemari dengan suara teriakan yang memekakkan telinga.
818 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Terjebak Dalam Novel

Terjebak Dalam Novel

Sementara Leo mengikuti di belakangnya tanpa berkata apapun. Saat mereka sampai di lantai dua, terdengar suara kartun. Suara yang begitu Leo kenali dulu. Setiap akhir pekan Lilian selalu memaksanya menonton kartun yang sama, tertawa keras pada adegan yang menurutnya sama sekali tidak lucu. Lilian bahkan hafal lagu pembukaannya, dan bersenandung tanpa malu meski Leo sering mengeluh karena terganggu. Tanpa sadar mereka tiba di sebuah pintu berwarna putih.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

‘Kalong Hideung akan mengadakan ritual malam ini Segera ungsikan para warga ke tempat aman sebelum terlambat Warga akan dijadikan sebagai tumbal’ “Astagfirullah.” Untung beribu untung, Aep tak langsung pergi. Ia memang membenci Rojali, tetapi dirinya tidak meragukan pesantren. Tulisan itu dimuat di sebuah kertas di mana terdapat logo pesantren di atasnya, ditambah ada bubuhan tanda tangan Kiai Rohmat.
9.775.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Selingkuhan Suamiku Pacar Anakku

Selingkuhan Suamiku Pacar Anakku

"Ini tidak lucu hey!' Membuat Rian semakin kesal, tapi mendadak rasa kekesalannya itu sirna ketika tiba-tiba saja muncul kuntilanak dibelakangnya, tentu saja Rian kaget dan melotot ketika berbalik dan dilihatnya kuntilanak sedang nyengir dihadapannya bersiap akan menerkamnya, tentu Rian langsung kaget dan kabur dari hadapannya, ia berlari menghindarinya, berkeliling menjauhinya, mereka saling kejar-kejaran, berputar-putar, Rian merasa sangat ketakutan, tahu saja ia sangat takut dengan hantu kuntilanak, dan herannya kenapa bisa ada hantu kuntilanak di siang bolong seperti itu. Rian lari ke kanan ia terus mengejar, Rian lari ke kiri ia ikut ke kiri, kemanapun dirinya pergi sang hantu terus men
16.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DUA ALAM

PERNIKAHAN DUA ALAM

Beruntung makhluk tak terlihat itu hanya berdiri di bawah pohon, tidak ada yang mendekati rumah Adisti. “Jadi ‘mereka’ sudah mulai menanpakkan diri rupanya. Mbah bawa sesuatu untuk kamu, Nduk,” ucap Kartilan seraya mengeluarkan sebuah buku tua yang terlihat usang. Kertasnya berwarna coklat tua dengan tali penanda halaman berbentuk anyaman berwarna hitam. “Apa ini, Mbah?” tanya Adisti penasaran. Ia menerima uluran Kartilan.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Pelakormu vs Aku

Pelakormu vs Aku

Sepucuk surat bertulisan tangan Kartini. 2. Foto dua anak Kartini tersenyum manis, bersama Anjani, di sebuah taman. 3. Kalung kecil berbentuk hati. Antonio mengambil surat itu dan mulai membacanya. Tulisannya penuh dengan kata-kata sederhana namun menyakitkan, seperti belati menusuk hati. --- Surat Kartini: *“Pak Antonio,
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

tanya Raynal menakut nakuti Raina. “Aku nggak percaya dan aku nggak peduli” jawab Raina santai karena ia tahu pasti Raynal sedang menakut nakuti dirinya. Raynal hanya tertawa kecil lalu berdiri dari duduknya untuk menuju ke meja pesanan sembari membawa selembar kertas ditangannya. Raina yang melihat itu langsung menunduk ke arah meja yang terdapat buku menu disana. Raina berpikir berarti kertas yang dibawa Raynal tadi adalah tulisan pesanan makanan yang akan laki laki itu pesan.
18.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai kartun kuntilanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status