Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fantazia

Fantazia

Orang-orang pinggiran seperti kami terlalu sibuk dengan urusan masing-masing tidak ada waktu untuk memperdulikan orang lain. Aku hanya menggangguk saja sebagai balasana ucapan Philip. “Lalu, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanyanya lagi. “Tentang cara masuk ke dalam pusat, aku pernah melihat untuk masuk ke dalam sana kita membutuhkan kartu akses.” “Hmmm... Begitu ternyata tidak heran mereka akan menggunakan cara seperti itu,” jawab Philip. “Tapi aku tidak tau bagaimana kita mendapatkan kartu akses itu,” terangku dengan suram.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as kartun
Read
+Library
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Setelah memasukkan kembali pena milik Mu Shenan ke dalam laci meja yang ada disampingnya, Shen Yiyi yang merasa bersemangatpun terlihat merapikan tumpukan kertas-kertas dokumen yang sudah dipenuhi oleh kartun-kartun lucu itu kembali pada tempatnya! Ya, saat ini di setiap bagian kosong pada dokumen-dokumen yang membosankan itu nampak berjejer tokoh anime Mo Dao Zu Shi yang sangat populer, berbagai macam jenis Elf dari film Dragon Nest:The Warriors Dawn, serta tokoh-tokoh populer seperti Taz, Tweety, Scooby Doo, Tom and Jerry, dan juga Snoopy yang terlihat sangat menggemaskan! Luar biasa, bakat seni Shen Yiyi memang sangat mengagu
9.8191.6K viewsOngoingAdded to Library 6.3K Times as kartun
Read
+Library
Hello, My EX

Hello, My EX

Hampir seluruh anak mengangkat tangannya sambil menyerukan kata "aku" "Suka kartun apa? Spongebob? Khrisna? atau Doraemon?" "Dora, Kak." "Spongebob." "Doraemon, Kak." "Narutooo." Rea tersenyum. Telunjuknya diletakkan di mulutnya, agar anak-anak diam. "Kakak bisa gambar Doraemon. Ada yang mau lihat?" "Mauuuuu!" Rea tertawa, mengambil kapur dan menggambar kartun doraemon dengan sangat mirip. Anak-anak bersorak senang.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as kartun
Read
+Library
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Bukan barang-barang sengketa, yang kerap ingin ia rampas dari Zainab. Sejurus kemudian, Bu Mitha membuka kardus perlahan. Ia mengeluarkan benda-benda yang dulu sangat dibencinya. Medali wisuda, tabung wisuda dan sebuah boneka lucu. Barang lain yang ia keluarkan adalah sebuah gaun anak-anak berwarna merah darah dan berbahan tulle yang mengembang indah. Berikutnya adalah kumpulan bola tenis yang telah ditandatangani nama ayahnya. Bu Mitha merogoh lebih dalam. Ia mengeluarkan sepasang sepatu yang telah mengelupas karena di makan usia, sebuah blazer merah marun, bolpen emas, serta buku-buku bisnis yang populer di zaman itu. Merogoh lebih dalam lagi, Bu Mitha mengeluarkan beberapa kartu ucapan.
1031.4K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kartun
Read
+Library
Koma

Koma

Awas kalau nanti ketemu bakal jadi ayam geprek dia (paling omong doang). Aku memandangi lukisanku, seorang anak perempuan kecil dengan gaun plokadot merah terlihat lahap memakan awan besar yang ia duduki, ditambah pelangi diatasnya. Kurasa lukisanku biasa aja, enggak ada yang aneh atau lucu. Lalu kenapa si Oja ketawa? 
102.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as kartun
Read
+Library
Salah Melamar

Salah Melamar

Yang terkadang juga membantunya mengetikkan sebuah naskah, yang hendak dikirimkan sebuah redaksi. “Dek, ini bagus yang mana?” tanya lelakiku yang menampilkan beberapa pin bergambar kartun dan bertuliskan khadijah. Memiliki karakter yang berbeda meskipun dengan wajah yang sama. Satu diantaranya sama persis dengan yang kulihat saat itu. Kartun wanita menunduk dengan nama khadijah di bawahnya. “Ini,” ucapku sambil menunjuk benda berbentuk bulat pipih itu.
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 679 Times as kartun
Read
+Library
Setelah Tiga Tahun Berpisah

Setelah Tiga Tahun Berpisah

tanya Raka. "Hemmm apa ya? Kartun ada?" tanya Celine penasaran. "Ada dong, ada film kartun lucu seperti Petualangan Si Gajah Pink, atau Misi Rahasia Si Kucing Berbulu,” jawab Raka sambil tersenyum, matanya melirik ke arah kaca spion untuk melihat reaksi Celine.
1027.0K viewsCompletedAdded to Library 782 Times as kartun
Read
+Library
Menantu Hina Yang Dihormati

Menantu Hina Yang Dihormati

Ia merasa hanya orang asing dari keluarga yang ada di hadapannya, tapi ia bahagia melihat tawa dan canda yang mereka lontarkan satu sama lain. "Bukankah kau ingin membuka sebuah perusahaan?" tanya Tuan Arthur. "Ya Kek. Aku akan membuka perusahaan fashion di Racoon City." Tuan Arthur merogoh sakunya, dan memberikan sebuah kartu hitam berlapis emas juga berlian. Kartu yang hanya dimiliki oleh tiga orang di dunia, kartu yang melambangkan kehormatan yang begitu tinggi. "Tidak perlu, Kek. Saat di Madripoor City aku sempat mengambil tabunganku di kamar. Lagi pula gaji yang Lea berikan bisa menutupi kekuranganannya," tolak Austin.
1049.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kartun
Read
+Library
Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam

tanyanya sembari memasang tatapan penuh tanda tanya. [Gambar yang mana?] Kening Leonel mengernyit. “Di atas meja kakak ada secarik kertas dan aku lihat sebuah gambar seperti … seekor naga?” Tampak Leonel memutar balik tubuhnya ke belakang. Tangan kirinya terulur mengambil sebuah kertas, lalu memperlihatkannya pada Maylin dengan kamera ponsel. [Maksudmu ini?] Maylin mengangguk-anggukkan kepalanya. “Seekor ular? Bukan naga?”
106.8K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as kartun
Read
+Library
BABU MILYARDER

BABU MILYARDER

Merebut remote dan mengganti lagi menjadi acara cartoon network. “Akong suka kartun!” kata Nur pelan. “Oh!” bibir Arka membulat. Lucunya .... “Malam Minggu nggak kemana mana, Nyo?” tanya Nur basa basi, padahal ngarep diajak ngobrol. “lagi nunggu temen,” Sinyo menjawab singkat, matanya memperhatikan Akong yang tertawa senang melihat film kartun. “Nur, elu mau balas dendam macam apa sama mantan lo?” tiba-tiba Arka bertanya apa rencanaku.
1079.0K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as kartun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status