Pembantu Rasa Nyonya
ucap Mas Suma sambil tersenyum jahil.
Aku yang memegang kuas, mencocolkan ke pipinya. “Halah, gombal!”
Dia tergelak. Bukannya mengelak, dia justru mendekatkan wajah dan mengecup pipi ini.
“Ais! Sana, Mas. Pipiku basah, lo!” Dia semakin tertawa, mungkin melihat mataku yang melotot karena kesal.