KEKASIH HATI SANG PUTRI
Naomi mengulurkan jari kelingkingnya, begitu juga Ravena, keduanya tersenyum atas kesepakatan itu.
“Mohon maklum kalau aku terkadang masih suka salah memanggil, lidahku belum terbiasa memanggilmu dengan hanya nama saja” Ravena mengangguk memaklumi.
“Baiklah, kita mulai dari awal hidup kita yang baru di sini, di Helion. Sekarang tidak ada lagi tuan putri Ravena dan abdi Naomi, yang hanya ada kakak Ravena dan adik Naomi!” Naomi berdiri dan mengucapkannya dengan lantang.