Bara Dendam Sang Prabu Boko
Segala daya upaya pembelaan dari Rakai Kayuwangi, dan pengorbanan Nalaraja, kini menemui karang yang kokoh, tak tergoyahkan.
Di salah satu sudut ruangan, sedikit terpisah dari panel dewan yang berkuasa, Rahastya dan Gagak Rukma hanya bisa saling pandang dan menggeleng kecil. Ada kepedihan yang mendalam di mata mereka, kepedihan menyaksikan hukum ditegakkan sedemikian kaku, tanpa menyisakan sedikit pun ruang untuk welas asih. Rahastya menghela napas, gesturnya mengisyaratkan kekecewaan yang tak terucapkan. Gagak Rukma, dengan tatapan tajamnya, hanya mampu menggertakkan gigi, hatinya masygul. Mereka merindukan sosok Wiku Amasu dan Wiku Sasodara—para pendahulu yang tidak hanya cakap dalam menaf
Bab Populer