Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Titipan

Suami Titipan

sahut Avicenna dengan pandangan menerawang. “Uhuh. It’s such an old fashioned word,” timpal Charlotte bermetafora. “Kamu tau!” seru Avicenna seraya berbalik kembali ke posisi menyamping seperti semula. “Seringnya, cinta bikin korbannya sakit jiwa. Ada yang suka senyum-senyum sendiri, ada yang nangis-nangis pilu, benci atau marah tanpa alasan, stress sampai depresi, dan bahkan ada yang psycho melakukan kejahatan atas nama cinta,” papar Avicenna cukup filosofis.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

“Iiiihh..! Jahat kamu, Mas! Kok, terasi lagi sih?? Memangnya benar ya, bau ketekku seperti terasi?” “Itu hanya perumpamaan, Kas. Aku bilang tadi kan, seperti terasi yang dibakar setengah mateng, harum banget.” “Ya tapi jangan pakai kata terasi dong!” “Sekarang kamu percaya kan, aku tidak bisa berkata-kata macam pujangga meskipun aku sedang dirundung cinta?” “Kamu ini gebleknya tidak ketulungan ya, Mas?” “Iya, sudah dari sononya, bawaan lahir.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

Patung Buddha itu melayang tinggi di langit, perlahan membuka mulutnya. “Dengarkan Sariputra, Tubuh ini sendiri adalah Kekosongan dan Kekosongan itu sendiri adalah Tubuh ini. Tubuh ini tidak lain adalah Kekosongan, dan Kekosongan tidak lain adalah Tubuh ini. Hal yang sama berlaku untuk Perasaan, Persepsi, Bentukan Mental, dan Kesadaran…” Sebaris kitab suci diludahkan dari mulut Sang Buddha. Setiap kalimat sama kuatnya dengan sebuah kata yang hebat. Telapak tangan yang menempel di lautan darah menghilang dengan cepat.
8.910.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

, Ia bergegas untuk mengetik balasan. ‘Huss! Istri orang tidak berniat untuk menggoda. Kalau perjaka tampan merasa tergoda, itu karena terlalu baper,’ tulisnya dalam pesan itu sembari mengakhirinya dengan emoji wajah kuning yang menutup mulut.
261 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Ada campuran kemarahan dan sesuatu yang lain, sesuatu yang rapuh, di balik matanya. "Kau terlalu emosional, Sasha," William berucap pelan, mencoba menjebaknya lagi ke dalam perangkap filosofisnya. "Emosi mengaburkan penalaran. Kau melihat fragmen informasi dan membangun narasi yang keliru. Bukankah filsafat mengajarkan kita untuk melihat gambaran yang lebih besar?"
9.421.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

“Filosofinya terlalu menyedihkan bagiku.” “Tapi, bukankah bisa dia memberimu anyelir kuning karena maksud lain?“ tanya Ares. “Maksudku, karena bunganya cantik dan dia membeli untuk diberikan padamu. Tanpa mengetahui filosofinya.” Rere mengangguk setuju dengan pendapat Ares. “Awalnya aku berpikir seperti itu. Tapi, lambat laun tetap saja secara sadar pikiranku menolaknya karena memang sudah tau apa filosofinya.”
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Mempermalukan Suamiku Di Resepsi Pernikahanya

Mempermalukan Suamiku Di Resepsi Pernikahanya

"Encer juga ot*k Mas Arka. Rencana bagus. Tapi, aku gak rela, kalau Wisnu dan Aida hidup bahagia." "Tenang, soal itu akan ada karma yang membalas orang jahat seperti Aida. Perempuan baik seperti kamu dan Elina, jangan sampai mengotori tangan untuk melukainya." "Bener juga. Kejahatan tidak akan abadi. Ada masanya jatuh dan hancur tanpa bisa kembali jaya lagi." "Kamu memang pintar dan bijak Dek Aish." "Tentu, Aish gitu. Meski kuliah jurusan ekonomi, tapi kepalaku penuh teori filsafat kehidupan, hahaha," gelakku merasa nyaman di samping Mas Arka.
1079.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Suami gay saya

Suami gay saya

Tanganku gatal, aduh, aku ingin tersedak. "Oh!" Pada saat yang sama, dia memberi saya piring dengan kanton yang jelek. "Aku akan mengambilnya?" tanyaku dan dia mengangkat alis. "Tanam itu kalau-kalau itu tumbuh." Dia berkata secara filosofis, aku memandangnya. Aku akan menelannya utuh untukmu dan juga piring itu! "Kamu mungkin akan memakannya, karena kamu juga harus menggunakan otakmu sesekali!" Meskipun aku juga ingin berfilsafat tentang itu tapi jangan... Aku hanya sedang tidak ingin berdebat!
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Menikmati Sentuhan Pria Bayaran

Menikmati Sentuhan Pria Bayaran

“Faya, nggak tau kenapa ya, tapi hatiku bilang, semesta mempertemukan kita dengan cara begini, karena masing-masing dari kita itu supaya saling melengkapi cerita hidup.” Faya spontan berderai. “Wah, baru tau ternyata kamu pintar ber-filsafat juga. Tapi dari tadi kamu nggak menjawab pertanyaanku dengan spesifik. Kamu kecewa nggak, karena nggak dapat bonus?”
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Pertanyaan polos itu membuat Rafa menahan tawa hingga terlepas dengan keras "Hahaha bukan itu maksudku, astaga kau ini sungguh dari masalalu ya. Tidak tau istilah" Argebi yang merasa ditertawakan pun menendang tulang kering Rafa hingga lelaki itu mendesis kesakitan. "Aargghhhhh!! Kasar sekali kau ini" "Panggilan alam itu adalah sikuning yang mengambang" Argebi yang mulai paham memasang tampang jijik "Aishh, jorok sekali." "Kau saja yang lemot" "Pergilah, aku tidak mau sikuning mu itu mengotori sofaku" usirnya dengan mengibas ibas tangan kearah toilet.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kata-kata filosofi teras
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status