Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

kata Dodi “Terima kasih, Mas, sudah memberikan saran. Saya memang belum terlalu paham untuk situasi dan mengenai hal-hal seperti ini.” “Apa kamu tidak pernah menonton televisi? Hal-hal seperti ini sudah lumrah sekali.” “Tidak, Mas. Saya di desa tidak memiliki televisi dan tidak terlalu berpikir untuk menonton. Selama itu saya hanya menjadi petani biasa saja.” “Begitu ya. Terlihat sih memang kamu itu nggak terlalu ambisius. Saya melihat kamu itu sangat tenang sekali. Kamu tahu bahwa di gelang itu ada pelacaknya meskipun sangat kecil sekali.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Sahabat Tapi Cinta

Sahabat Tapi Cinta

KREK~~~ Sosok Papa Galih menyembul dari balik pintu, kedua sosok pria sebaya itu tidak merasa heran ataupun terkejut atas kedatangan orang tua dari sahabat mereka. Iya, kedua orang itu sudah pasti Thareq Akbar Satria dan Firman Afif. Firman hendak mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk, tapi Papa Galih memberi instruksi dia tidak perlu melakukan apa-apa. "Om, ke sini sama siapa?" kening Papa Galih dan Akbar sontak mengerutkan kala kata 'OM' keluar dari bibir Firman. "OM?" ucap kompak Papa Galih dan Akbar.
9.94.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Gus! I Lap Yuh!

Gus! I Lap Yuh!

“Cerahamin gih, Mas. Jabarin tuh tentang surga dan neraka. Biar dia insaf. Mas kan Us..” “Kenapa, Dek?!” tanya Khoiron karena sang istri menghentikan kalimatnya. “Lupa.. Brandon sama kita beda server.” Ujar Tatiana menepuk keningnya secara mandiri. Terkadang dia suka melupakan perbedaannya dengan sang sahabat. “Oh, Brandon non islam ya?!” “Namanya aja Stevanus Brandon Immanuel, Mas. Masa Mas nggak ngeh?!”
9.38.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Bagaimana jika seorang pria keras, dingin, fanatik dan benci wanita, ditempatkan pembantu wanita di rumahnya? Ini yang dialami oleh Mira Habibah. Gadis miskin yang harus mengadu nasib sebagai pelayan untuk memberi makan ibu dan adik-adiknya setelah ayah mereka meninggal. Tuan Ahbek yang risih dengan wanita manapun tiba-tiba menjadi terobsesi dengan wanita itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Wanita Hamil itu Maduku

Wanita Hamil itu Maduku

Alya memutuskan untuk tidak ikut turun karena sudah kesal duluan. "Tunggu! Kamu jangan pergi dulu, Mas," kata Pak RT menahan Habibi yang hendak menyalakan motornya. "Ada apa, ya, Pak? Saya masih ada pekerjaan, Pak," tanya Habibi. "Halah kerjaan apa? Kalau sudah ketahuan ya begitu lagaknya!" sindir Adam cukup pedas. "Maksudnya apa, ya? Saya tidak kenal Anda. Kenapa Anda bisa bilang begitu?" balas Habibi yang tak mengerti dengan ucapan Adam.
6.539.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

“Selamat malam, Mas.” “Selamat malam, Bib,” balas Om Kais. Bib? Namanya Habib?! Yang ikut grup sholawat itu?! Melihat ekspresiku, Safa langsung menyenggol lenganku. Aku meringis dan mengedipkan sebelah mata. “Aku pikir tadi salah lihat orang, Mas,” ujar Habib. Om Kais tersenyum. “Tadi aku mampir di masjid dan makan malam, eh ketemu sama calon istri—”
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Kekasih Halalku

Kekasih Halalku

Tanya Dina "Kamu yakin kita bicara di depan teman-teman mu?" Tanya Azzam sambil memainkan alisnya dan tersenyum "Apaan sih pak, udah deh ngomong aja" "Hari ini saya mau ke Surabaya, Abah mengutus saya untuk mengikuti seminar pendidikan di sana. Sebelum saya berangkat, saya mau Izin ke istri saya dulu"
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Do'a seorang ibu yang tulus dan sama sekali tak didengar oleh anaknya. "As, jika besok Ana masih seperti ini. Tolong antarkan Bibi ke rumah wanita yang kini mengalami kelumpuhan di kedua kakinya. Bibi akan meminta maaf atas nama Ana, As. Juga ke makam si bocah yang tak berdosa itu," bisik Sumi di sela air mata yang terus mengalir. Asih mengangguk, lalu mengusap lembut lengan wanita yang kini bersandar di dadanya. Dalam hati, Asih menguatkan diri untuk langkah yang akan datang.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

BAB 67 Kemarahan "Aku 'kan hanya menggodamu saja, tidak serius ingin kopi pahit," ujar Atha membuat Anisa mengerucutkan bibirnya. "Pokoknya kamu harus habiskan! titik." Anisa langsung bangkit saat mendengar suara tangisan Haidar, meninggalkan Atha yang terbengong melihat tingkahnya. "Harusnya tadi aku tidak mengodanya," keluh Atha lalu menyeruput kopi dan mengeryit tidak suka karena pahit sekali.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

Alifian menggeleng lemah, "Katakan saja pada bundaku, Bi. Tidak mungkin bila bundaku akan sakiti Bibi." "Ini tidak baik, Den. Bibi sangat takut akan siksa wanita itu." Arti berkata lirih bahkan bisa dikatakan berbisik. Sarita menelaah apa yang diucapkan oleh wanita itu. Siksa, satu kata yang layak untuk perlakuan wanita sekejam Madam Anne. Sarita melepas cengkeramannya lalu menatap hangat pada Arti, "Apa dia yang kau maksud adalah Anne? Atau wanita lain, Hem?"
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kata kata habib
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status