Penyamaran CEO Tanaka
Di sampingnya, Maya duduk membaca majalah proyek, sesekali melirik ibunya.
“Nak,” panggil Bu Ratna pelan. “Orang yang bantu kita itu… Ibu rasa dia orang baik.”
Maya menatap ibunya. “Iya, Bu. Aku juga rasa begitu.”
“Kalau suatu hari kamu tahu siapa dia, jangan lepaskan orang itu, ya. Dunia ini butuh lebih banyak orang yang berbuat tanpa mengharap balasan.”
Maya tersenyum kecil, menggenggam tangan ibunya. “Aku janji, Bu.”