Pertengkaran Hati
Dengan mengembuskan napas kasar, Pak Hari mengurungkan niatnya membuka pintu.
Aku pun segera masuk ke dalam rumah.
***
Sudah malam tapi mataku belum bisa terpejam, ponsel yang dari tadi berbunyi tak kugubris sama sekali. Entahlah, rasanya sedih, sakit sekali mendengar perkataan Siska. Kalimat yang Siska lontarkan seperti terngiang-ngiang di telingaku, belum lagi mata elang orang di sekelilingku tadi. Ah, aku benci, tak pernah terbayang bahwa aku akan menghadapi hari ini dalam hidupku, dituduh sebagai pelakor dan disebut wanita jalang. Selama ini mendengar kata pelakor saja rasanya aku bergidik, tetapi sekarang sebutan itu terlontar untukku.
Sikat na Kabanata