PENDEKAR TAPAK DEWA
La Turangga menanggapinya dengan tertawa lalu pergi bergabung dengan keempat sahabatnya yang lain di ruang utama di belakang ruang kemudi.
Sementara itu, di Desa Tanaru, seisi Uma Na’e tidur gelisah di kamarnya masing-masing. Selama La Mudu dan kelima sahabatnya berlayar, mereka diminta oleh Dato Hongli untuk tidak lupa berdoa semoga Sang Hyang Dewata Maha Agung menjaga dan melindungi La Mudu dan lainnya dalam pelayarannya. Rupanya sang mantan panglima perang Kekaisaran Dinasti Ming ini masih terbayang-bayang dengan pengalaman pahitnya saat berlayar mengaruhi lautan dengan perahu kecilnya. Perahunya itu pecah berkeping-keping akibat diamuk oleh badai dan gelombang. Saat itu memang cuacanya s