Hati Yang Terpilih
lontar Renata.
“Hm . . . Apa?” tanya Nazwa.
“Ketulusan hatimu,” Ucap Renata sambil tersenyum.
Alis Nazwa terangkat tanda tak mengerti.
“Hatimu terlalu tulus, Naz. Sehingga apapun yang melukai hatimu, membuatmu marah dan kecewa, tetapi kamu akan tetap bisa memaafkan. Tetap yang kamu lihat pada seseorang yang kamu lihat adalah tindakannya, bukan orangnya. Dan tidak semua orang memiliki hal tersebut, Naz,” Puji Renata.